Perayaan Kartini di Sanggar Sumbu Pakarti

Peringatan Hari Kartini menjadi sesuatu yang menarik di negara kita. Biasanya hari ini dirayakan dengan berbagai macam festival atau peragaan yang berusaha menggali kembali kekayaan lokal masing-masing daerah. Salah satu cara penggalian itu ialah dengan mengajak semua elemen sekolah memakai busana tradisional. Pemaknaan Hari Kartini dengan peragaan busana tradisional itu sendiri memang masih sering diperdebatkan, terutama berkaitan dengan hubungannya terhadap perjuangan Kartini di dunia pendidikan dan kesederajatan kaum wanita.

Tapi bagaimanapun perayaan ini tetap menyenangkan bagi anak-anak, khususnya anak-anak sanggar kita, Sumbu Pakarti. Sedikit berbeda dengan hari-hari sabtu sebelumnya yang biasanya menggunakan seragam pramuka saat kegiatan sanggar, hari sabtu (22/04) lalu anak-anak menggunakan pakaian adat ke sekolah. Anak-anak menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, yang menggunakan kebaya, blankon, pakaian adat bali, pakaian adat batak, dan ada anak yang berpakaian seperti kontestan Abang Jakarta. Aktivitas sanggar pun berkolaborasi dengan sekolah, seperti mengadakan fashion show, lomba geguritan, macapat, dan nembang dolanan jawa. Aktivitas menarik dan sangat menyenangkan. Selain menggali potensi lokal acara ini juga menjadi bagian dari kegiatan sanggar untuk membangun kepercayaan diri dan pengenalan diri.
Continue reading

Komunitas Kita

Membangun komunitas adalah salah satu kunci di mana kita bisa ikut berperan serta memberkati dan melayani anak-anak dengan sungguh-sungguh. Lewat komunitas kita bisa berbagi dan saling mendukung, mempersiapkan anak-anak memperoleh masa depan yang lebih baik. Sekedar mengingat kembali, dukungan Anda selama salah satu bagiannya kami kelolakan untuk membangun komunitas-komunitas ramah anak di sekolah ataupun kampung-kampung di mana anak-anak belajar atau tinggal.

Bersama elemen sekolah dan masyarakat kami belajar bersama membangun komunitas yang menyiapkan anak-anak belajar dan bertumbuh seutuhnya. Komunitas ini juga melibatkan para mahasiswa yang bersedia mengajar tiap minggu ke kampung-kampung. Selain mengajar, para mahasiswa itu juga belajar dari pengalaman ( dan dari anak-anak) untuk persiapan masa depan mereka sendiri.

Sejauh ini, pasang surut kita lalui dalam mengelola komunitas ini. Nama Sumbu Pakarti sekarang dipilih bersama untuk memberi identitas. Sumbu adalah poros, as, bisa juga penyala, penerang. Pakarti adalah kehidupan sumber penghidupan. Kita bersama belajar memaknai kehidupan dan saling mendukung membekali para generasi penerus bangsa agar siap menghadapi tantangan jaman. Tentu semua itu dilakukan dengan semangat kasih, keramahan, da ketulusan kepada anak-anak.  Berikut beberapa kegiatan kami selama tiga bulan belakangan di beberapa lokasi dampingan kami.

Mengenal Diri Lewat Peta Tubuh : Lokasi SD Bopkri Gunung Ijo Kulon Progo

Lewat aktifitas ini anak-anak diajak untuk mengenal siapa diri mereka dan keunikan diri. Pembelajaran ini selalu kami ulang terutama untuk anak-anak yang baru masuk sekolah atau mereka yang menginjak usia remaja. Aktifitasnya : anak-anak membuat cap bentuk tubuh mereka di atas kertas kemudian cap bentuk  tubuh itu di tandai pada bagian-bagian tertentu yang menunjukan kekhasan bentuk tubuh.  Dari sini dikembangkan diksusi siapa saya, siapa yang menciptakan saya, dan apa yang harus saya lakukan dengan berkat tubuh ini? Continue reading

Mari Menjadi Pembawa Damai

img_7906

Setiap tahun kami di Yayasan Sahabat Gloria mengadakan acara lomba cerdas cermat Alkitab bagi siswa-siswa dampingan kami yang beragama Kristiani. Mereka diajak membaca bagian alkitab tertentu disesuaikan dengan topik selama beberapa minggu. Kemudian mereka diajak mengulang pembelajaran dalam Alkitab itu lewat lomba cerdas cermat. Tahun ini tema yang kami pilih adalah : menjadi pembawa damai bagi sekelilingku. Sedangkan bacaanya dari Kitab Matius. Continue reading